Tampilkan postingan dengan label Kanwil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanwil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Februari 2011

Pertemuan Antar Majelis Agama Untuk Menjaga Harmonisasi Umat


Menanggapi masalah kekerasan dan penistaan terhadap agama yang akhir-akhir ini terjadi, maka Kanwil Kementerian Agama melalui sub.bagian Humas yang menangani masalah Kerukunan Umat Beragama mengadakan pertemuan dengan para ketua Majelis Agama, Kepala Biro Kesra, Kepala Kesbang Pol dan Linmas Pemprov Bali, Ketua MUDP, Ketua FKUB, Kabid, Pembimas, dan Kepala Kamenag Kabupaten/Kota se-Bali di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali pada hari Jum’at 11 Februari 2011 bertempat di aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
KaKanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dalam arahannya mengajak masyarakat agar dapat mengendalikan emosi dan jangan mudah terprovokasi terhadap hal yang berkaitan dengan kerukunan antar umat beragama dan juga pertemuan ini diadakan untuk bersama-sama ikut menjaga keutuhannya pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 5 Maret 2011 yaitu bagaimana mengantisipasi jalannya pawai ogoh-ogoh sebagai suatu bentuk kreatifitas dan dan berjalan aman jangan sampai berubah menjadi anarkis. Sesuai dengan tema hari raya Nyepi tahun baru çaka 1933 yaitu “Dengan melaksanakan Catur Brata Nyepi Kita Wujudkan Kehidupan Yang Harmonis, Damai dan Sejahtera”.
Kemudian dalam pertemuan ini juga membahas perumusan seruan bersama yang sebelumnya dilakukan dialog dan diskusi bersama yang dipandu oleh Kasubbag Hukmas, IK & KUB I Nyoman Arya, S.Ag, M.PdH. Perwakilan dari ketua MUDP Provinsi Bali memaparkan bahwa sebenarnya kerukunan di Bali sudah ada sejak dahulu kala dan munculnya permasalahan yang mengaitkan agama disebabkan oleh kurangnya penghayatan terhadap konteks dari Bhineka Tunggal Ika yang terdapat dalam Pancasila. Oleh itu perlu kiranya negara melindungi dari Kebhinekaan tersebut.
Pembahasan mengenai kasus kekerasan dan penistaan agama yang terjadi akhir-akhir ini pun dibahas dalam pertemuan ini yang dikemukakan oleh perwakilan dari ketua FKUB Provinsi Bali bahwa diharapkan masyarakat tidak berkomentar mengenai kasus kekerasan dan penistaan agama dan yang mengeluarkan statement hanyalah dari Majelis agama yang membawahi agama tersebut dan pemerintah. Hal ini dimaksudkan agar tidak memperkeruh situasi yang sudah terjadi.
Selanjutnya setelah rumusan seruan bersama ini dihasilkan maka Kementerian Agama Provinsi Bali akan menyebar luaskan kepada masyarakat untuk dapat diperhatikan.

Rabu, 09 Februari 2011

Pelantikan Pejabat dan Penyumpahan PNS Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali


Merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali melakukan  pergantian dalam bentuk mutasi, rotasi dan promosi. Hal ini merupakan upaya penyegaran dan suasana baru untuk dapat melangkah dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Selasa, 9 Februari 2011 Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Drs. IGAK Suthayasa, M.Si, melantik 15 pejabat di aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Dalam perhelatan ini pun dihadiri oleh Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Gianyar yang mewakili Bupati Gianyar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali, Kabid/Pembimas, Kasi dan Kasubbag di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyampaikan kembali landasan dasar atau budaya kerja Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali yang diambil dari Tema HAB Kementerian Agama ke – 65 yaitu “Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas”. Hal ini diterapkan agar dimanapun kita ditempatkan sebagai PNS hendaknya dapat memberikan pelayanan yang prima atau maksimal mengingat kita adalah abdi negara atau pelayan masyarakat.
Selain itu juga Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Drs. IGAK Suthayasa, M.Si menjelaskan bahwa hendaknya tidak ada lagi sekat atau pemisah diantara pegawai di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Bali agar dapat menciptakan suatu suasana kerja yang kondusif.
Dalam pelantikan inipun diberikan tanda mata kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar terdahulu yaitu Wayan Yudha yang saat ini digantikan oleh Anak Agung Gede Muliawan, S.Ag. Selain pelantikan para pejabat, ikut juga pengambilan sumpah PNS. Para generasi muda inilah yang diharapkan mampu memberikan peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat yang nantinya mampu memberikan citra positif Kementerian Agama Provinsi Bali khususnya dan Kementerian Agama RI umunya dimata masyarakat.(Daftar nama pejabat yang dilantik terlampir)

Rakor Bidang Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Tahun 2011


Mengawali tahun 2011 ini, Bidang Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, mengadakan serangkaian kegiatan yang dimulai pada tanggal 25 Januari 2011 hingga tanggal 2 Februari 2011. Adapun kegiatan dimaksud diawali dengan Rapat Koordinasi Perhajian disusul dengan kegiatan Rapat Koordinasi Kepenghuluan, Rapat Koordinasi Zakat antar instansi terkait dan Rapat Koordinasi Wakaf antar instansi terkait.
Kegiatan Bidang Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji diawali dengan Rapat Koordinasi Perhajian yang dilakukan sebagai salah satu upaya peningkatan dan percepatan pelayanan kepada jamaah calon haji Tahun 2011.  Rakor Perhajian ini dihadiri oleh Kasi Urais dan Penyelenggaraan Haji beserta Kepala KUA Kecamatan. Rapat ini membahas tentang persiapan pelunasan jamaah haji Tahun 2011 dan rencana pelaksanaan bimbingan manasik haji di Kabupaten/Kota.
Selanjutnya Rapat Koordinasi Kepenghuluan yang dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2011. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai  sarana penghubung antara Kasi Urais, Kepala KUA dan Penghulu dengan Kanwil Kementerian Agama terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan kepenghuluan di daerah dan pengoptimalan peran penghulu di daerah.
Rapat Koordinasi Zakat antar Instransi terkait yang dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2011, beragendakan pembahasan evaluasi pelaksanaan zakat tahun 2010 dan pembahasan program zakat 2011. Dan selanjutnya serangkaian kegiatan ini ditutup dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Wakaf dengan instansi terkait pada tanggal 2 Februari 2011. Adapun agenda pada rapat kali ini selain membahas mengenai evaluasi pelaksanaan wakaf dan pembahasan program wakaf kedepan juga dibahas mengenai bantuan sertifikasi tanah wakaf yang diterima oleh kabupaten/kota.(Indh)

Selasa, 08 Februari 2011

Temu Nasional Tokoh Pendidikan


Masih dalam rangkaian Pembinaan Mahasiswa Program Beasiswa Santri (PBSB) pada kesorean harinya bertempat di Hotel Inna Kuta Beach dilakukan acara pertemuan dengan tokoh-tokoh pendidikan yang akan membahas dan mengevaluasi Program Beasiswa Santri Berprestasi. Hadir dalam acara tersbut yaitu Dirjen Pendis Kemenag RI Bapak Prof. Moh. Ali, Direktur PD Pontren Kemenag RI Bapak Choirul Fuad, M.Pd, Ka.Kanwil Kemenag Prov. NTT Bapak Asegaf Fransiscus, Ka.Kanwil Kemenag Prov. Bali, Drs. IGAK Suthayasa, M.Si, Ka.KaKemenag Kabupaten/ Kota se-Bali, Kabid dan Pembimas Kanwil Kemenag Prov.Bali. Acara dimulai dengan pembacaan al qur’an, sambutan selamat datang dari Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Bali Drs. IGAK Suthayasa, M.Si dan memaparkan secara singkat dan jelas gambaran tentang Provinsi Bali.
Kemudian penyampaian laporan dari Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Moh Ali yang menyampaikan kembali misi dari program PBSB yaitu pertama memberi kesempatan para santri yang berprestasi untuk bisa mengikuti program studi di perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia. Kedua kebanyakan para santri tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan bimbingan pelajaran lebih diluar jam pelajaran sekolah. Karena itu Kementerian agama RI bekerja sama dengan 12 PTN di Indonesia untuk mengadakan ujian tes seleksi dengan jalur khusus para peserta santri. Ketiga pada umumnya Pontren masih berkutat pada tradisi-tradisi kepesantrenan. Maka perlu ada intervensi dengan cara santri yang menguasai sains agar kembali mengabdikan ilmunya di Pontren untuk meningkatkan sains di Pondok Pesantren sehingga Pontren akan tumbuh berkembang dan memiliki inovasi-inovasi. Keempat dapat menghasilkan kader-kader santri yang meiliki kemampuan sains yang baik namun berbasis pesantren sehingga tujuan untuk menghasilkan santri yang berkualitas intelektual, emosional dan spiritual berkualitas dapat terwujud. Dan bukan tidak mungkin jika hal ini tercapai maka Indonesia dimasa yang akan dating mampu menjadi Negara inovator.
Sementara itu, Bapak Moh. Ali juga mengatakan bahwa program ini juga harus dievaluasi agar dapat berjalan sesuai dengan jalur yang tepat. Adapaun hal yang perlu dievaluasi yaitu bagaiamana pola recruitment santri berprestasi yang tepat untuk mendapatkan beasiswa. Sehingga santri yang mendapatkan beasiswa adalah benar-benar santri yang memiliki kemampuan financial yang kurang tetapi memiliki kemampuan intelektual yang berkualitas.
Sementara itu dalam arahannya Bapak Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan bahwa perlu adanya evaluasi dalam program ini. Karena itu diadakannya kegiatan Temu Nasional Tokoh Pendidikan yang diharapkan dapat memberi masukan dan evaluasi dari program Beasiswa Santri Berprestasi.   
Bapak Suryadharma Ali juga mengatakan fungsi dari Program Beasiswa ini adalah untuk mencetak santri-santri yang berkualitas yang mampu mencetak lapangan kerja. Karena itu mereka diberikan pembekalan keterampilan dan ilmu yang dapat membekali para santri untuk mampu bersaing dan menjadi individu yang berkualitas.
Setelah menyampaikan arahan, Bapak Mentri Agama juga menyerahkan sertifikat dan hadiah kepada para mahasiswa yang berprestasi dalam bidang sains dan teknologi yang berasal dari 12 PTN pilihan seluruh Indonesia. Sebagai wujud apresiasi kepada para santri yang berhasil lulus pada tes seleksi di PTN pilihan.

Pembinaan Santri PBSB Indonesia dan Pencanangan Gerakan Nasional Sawaina


Bertempat di Pontren  Nurul Ikhlas, Banyubiru, Jembrana-Bali Kementerian Agama RI menggelar suatu acara yaitu “Temu Nasional Ulama dan Mahasiswa Santri Berprestasi se-Indonesia dalam Rangka Pembinaan dan Pengabdian Masyarakat serta Pencanangan Gerakan Nasional Sawaina (Santri Waspada Informasi, Napza, dan Aids)”. Acara ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 10 Februari 2011 yang meilbatkan mahasiswa-mahasiswi dari 12 perguruan tinggi negeri terpilih seluruh Indonesia.
Acara dibuka dengan penampilan drum band dari santri-santri MAN Negara dan dihadiri oleh Dirjen Pendis Kemenag RI, Direktur PD Pontren Kemenag RI, Muspida Kabupaten Jembrana, Ketua MUI Provinsi Bali, Mantan Kedubes Lebanon, dan para tokoh-tokoh agama. Saat menyampaikan sambutannya selaku tuan rumah, kepala Pontren Nurul Ikhlas KH. Faturrakhim mengatakan rasa sukurnya terpilihnya Pontren Nurul Ikhlas sebagai tuan rumah dan menjelaskan akan dilaksanakannya kegiatan Parade Maulid pada malam hari setelah acara pembukaan tersebut.
Bapak Dirjen Pendis Kemenag RI Bapak Prof.Dr.Moh. Ali dalam penyampaian arahannya memaparkan misi dan sasaran dari program beasiswa santri berprestasi. Sasaran dari Program BSB yaitu adalah para santri yang berprestasi namun memiliki kemampuan financial yang kurang. Sementara itu misi utama dari program ini adalah agar santri yang memiliki kemampuan ekstra ordinary yaitu santri yang memiliki kemampuan diluar kebiasaan yaitu kemampuan intelektual, emosional dan spiritual. Adapun misi dari program BSB ada empat hal yaitu pertama memberi kesempatan para santri yang berprestasi untuk bisa mengikuti program studi di perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia. Kedua kebanyakan para santri tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan bimbingan pelajaran lebih diluar jam pelajaran sekolah. Karena itu Kementerian agama RI bekerja sama dengan 12 PTN di Indonesia untuk mengadakan ujian tes seleksi dengan jalur khusus para peserta santri. Ketiga pada umumnya Pontren masih berkutat pada tradisi-tradisi kepesantrenan. Maka perlu ada intervensi dengan cara santri yang menguasai sains agar kembali mengabdikan ilmunya di Pontren untuk meningkatkan sains di Pondok Pesantren sehingga Pontren akan tumbuh berkembang dan memiliki inovasi-inovasi. Keempat dapat menghasilkan kader-kader santri yang meiliki kemampuan sains yang baik namun berbasis pesantren sehingga tujuan untuk menghasilkan santri yang berkualitas intelektual, emosional dan spiritual berkualitas dapat terwujud. Dan bukan tidak mungkin jika hal ini tercapai maka Indonesia dimasa yang akan datang mampu menjadi Negara inovator.