Tampilkan postingan dengan label Kementerian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kementerian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2011

Sosialisasi Peraturan Penyelenggaraan Haji Dan Umrah

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah M.A. Ghafur Djawahir membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah bertempat di aula The Grand Santhi Hotel pada tanggal 18 Februari 2011.
Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 18 hingga 20 Februari 2011 ini bertujuan untuk mencapai keselarasan, keserasian dan keterpaduan baik perencanaan maupun pelaksanaan tugas serta kegiatan pelayanan penyelenggaraan Haji di daerah.
Bertindak sebagai narasumber dalam acara sosialisasi ini adalah Abdul Ghofur Djawahir, sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Drs. H. Ahmad Djunaedi, MBA Direktur Pengelolaan BPIH dan SIH, serta para pejabat di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Peserta dalam sosialisasi ini adalah pegawai di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kasi Urais dan Penyelenggaraan Haji Kantor Kemenag Kab./ Kota, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPS BPIH serta perwakilan dari KBIH.

Dharma Santi Harmonisasi Beragama Menuju Kehidupan Yang Jagaditha

Masih dalam rangkaian hari suci Nyepi tahun çaka 1933, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Dharma Santi pada hari Kamis, 17 Maret 2011 bertempat di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Hadir dalam acara ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala Sekolah MAN,MTsN, dan MIN, Kabid, Pembimas, Kasi dan Kasubag Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali serta seluruh karyawan dan karyawati Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Acara diawali dengan penampilan tari penyambutan berupa Tari Pendet yang dibawakan oleh pegawai Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, kemudian pembacaan sloka dan laporan dari Ketua Panitia Drs. I Gusti Komang Sumberjana, MM yang juga sebagai Kabid Penda Hindu. I Gusti Komang Sumberjana mengatakan bahwa latar belakang acara Dharma Santi ini adalah sebagai wujud swadarma umat membina kehidupan umat beragama sesuai dengan tema Dharma Santi tahun ini yaitu “Melalui Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun çaka 1933 Kita Tingkatkan Harmonisasi Dalam Beragama Untuk Menuju Kehidupan Yang Jagadhita”. Tujuan dari kegiatan ini lebih lanjut I Gusti Komang Sumberjana mengatakan adalah untuk menumbuhkan kehidupan yang selaras dan serasi antar umat beragama.  Dimana melalui Darmasanti sebagai rangkaian hari suci Nyepi ini dijadikan mementum untuk kita intospeksi diri untuk dapat menciptakan kehidupan yang damai dan harmoni.
Dalam kesempatan ini Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Drs. IGAK Suthayasa, M.Si menyampaikan sambutan sekaligus memberikan Dharma Wacana. Dimana dalam kesempatan ini IGAK Suthayasa menyampaikan bahwa kegiatan Dharma Santi ini merupakan rangkaian peringatan hari suci Nyepi. Hari Suci Nyepi diawali dengan Melis/Melasti yaitu penyucian buana agung (alam semesta)dan buana alit (buana Alit) kemudian Tawur Kesanga yaitu sebagai wujud transformasi atau merubah sifat-sifat yang tidak baik menjadi baik. Pengrupukan yaitu sebagai kelanjutan prosesi tawur yang ditandai dengan pawai ogoh-ogoh sebgai simbul sikap kelobaan., Lalu melaksanakan Catur Brata dengan tidak bekerja, tidak berapi-api, tidak menghibur dan tidak berpergian melakukan sipeng (sepi) 24 jam sebagai langkah pengendalian diri, kemudian Ngembak yaitu memulai era baru Tahun Caka Baru dan setelah itu Dharma Santi. Baik ( ,benar dalam kedamaian)
Selanjutnya IGAK Suthayasa menyampaikan bahwa kegiatan beragama akan meningkatkan kualitas mental, moral dan spiritual. Benturan-benturan yang seringkali muncul dikalangan kehidupan beragama selama ini muncul karena kesalah pahaman yang disebabkan karena tidak memahami akan pentingnya menjaga kemurnian agama.
IGAK Sutahayasa pun mengajak kita sebagai orang Kementerian Agama dapat menjadi pengendali, jangan menjadi pemicu kesalah pahaman. Pengendalian diri tidak hanya dilakukan pada hari-hari besar agama saja, tetapi harus dilakukan setiap hari. Pembersihan diri pun bukan hanya pada luarnya saja tetapi pembersihan dalam diri kita yaitu pembersihan batin. Hal ini dilakukan agar harmoni atau selaras dan seimbang. Pengendalian diri itu perlu dilatih dalam diri kita karena jika kita tidak mampu untuk mengendalikan diri, maka kita tidak akan fokus dalam hidup. Karena itu IGAK Suthayasa mengajak kita untuk melatih mengendalikan diri maka, kita akan mampu untuk memberikan pelayanan. Sehingga program-program utama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali akan berjalan dengan baik. “Mari kita melakukan penyucian, pengendalian, maka kita akan mencapai peningkatan-peningkatan dalam hidup dan dapat menjalani dan mengisi hidup dengan damai dan harmoni” ucap IGAK Suthayasa. kesimpulan dalam Dharma Wacana beliau yaitu “Sucikanlah Hati, Itulah Jalan Menuju Harmoni dan Damai”.
Setelah penyampaian Dhama Wacana Oleh Ka.Kanwil Kementerian Agama Prov. Bali acara dilanjutkan dengan makan siang bersama .dihibur dengan  hiburan berupa tari topeng, dan diakhiri dengan saling bersalaman oleh seluruh pejabat dan pegawai Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.

Minggu, 27 Februari 2011

Batik Haji Mulai Diberlakukan Pada Tahun 2011


Dengan terbitnya surat Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Nomor D/43 Tahun 2011 tentang Penetapan Seragam Batik Jemaah Haji Indonesia, maka mulai musim haji tahun ini ditetapkannya seragam batik bagi jemaah haji Indonesia. Seragam ini berwarna hijau toska dengan motif batik berwarna ungu dan akan dipakai oleh jamaah haji pada saat keberangkatan dan kepulangan baik di Embarkasi maupun di Bandara, selama di Arab Saudi kecuali ketika melaksanakan umrah dan wukuf.
Motif batik ini memberikan gambaran tentang bersatunya kebudayaan Indonesia yang walupun berbeda-beda suku dan adat tetapi masih dalam kesatuan Republik Indonesia. Motif batik ini diambil dari ornamen-ornamen pulau-pulau besar yang ada di Indonesia seperti bunga Rafflesia dari Sumatera, Perisai dari Kalimantan, Lereng atau Parang dari Jawa dan tanaman rambat dari Indonesia bagian Timur. Gabungan dari keseluruhan ornamen ini merupakan perwujudan dari perwakilan budaya lokal Indonesia yang telah menjadi satu kesatuan dalam budaya nasional Indonesia.
Warna belakang yaitu warna hijau sebagai lambang dari jamrud Khatulistiwa yang telah menyatukan pulau-pulau di Indonesia menjadi satu kesatuan. Warna hijau juga merupakan warna Islam bagi bangsa-bangsa di dunia. Dan warna ugnu merupakan perlambang warna untuk masing-maisng ornamen dari pulau-pulau besar di Indonesia agar serasi dan enak dipandang.
Batik ini dipilih setelah melalui beberapa seleksi dan penjurian yang dilakukan tahun 2010 kemarin. Batik yang dipilih sebagai seragam jemaah haji ini, adalah hasil kreasi rancangan dari Tatik Firdaus, owner CV Firdaus Batik dari Kebun Jeruk, Jakarta. Perusahaan batik UKM ini menang setelah melalui proses penjurian dan terpilih dari 15 peserta UKM lainnya.
Untuk selanjutnya batik ini hanya bisa diproduksi oleh UKM-UKM sedangkan perusahaan besar tidak diperbolehkan untuk memproduksi batik haji. Ini dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan UKM-UKM yang ada di Indonesia.

Selasa, 15 Februari 2011

Tanah Wakaf Produktif Sebagai Salah Satu Sumber Kesejahteraan Masyarakat


Salah satu tugas Bidang Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji yang berada di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali adalah menangani masalah perwakafan. Dan sampai dengan akhir tahun 2010 data tanah wakaf yang ada di Provinsi Bali berjumlah 1.237 lokasi.
Dari 1.237 lokasi pada akhir tahun 2010 terdapat beberapa tanah wakaf yang belum bersertifikasi yaitu sejumlah 146 lokasi yang tersebar di beberapa kabupaten/kota yang berada di Bali. Dan untuk tanah wakaf yang belum bersertifikasi telah di programkan bantuan sertifikasi tanah wakaf yang dilakukan secara bertahap setiap tahunnya.
Persertifikatan tanah wakaf dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk melindungi aset umat dan juga mengurangi permasalahan yang ditimbulkan apabila tanah wakaf tidak disertifikasi. Hal ini bisa terjadi apabila nadzir selaku pengelola tanah wakaf tidak memahami tugas dan tanggungjawabnya.
Agar tanah wakaf yang ada dapat didayagunakan atau tanah wakaf menjadi tanah wakaf produktif maka perlu dilakukan upaya-upaya agar keinginan tersebut tercapai. Diantaranya nadzir wakaf harus mempunyai data mengenai potensi tanah wakaf yang dikelolanya agar investasi yang telah dilakukan berdayaguna dan berhasilguna.
Dimana pengelolaan tanah wakaf antara satu dengan lainnya tidak bisa dikelola dengan cara yang sama. Contohnya tanah wakaf yang berada di pedesaan, perkotaan atau yang berada di tepi pantai tentu berbeda peruntukannya. Seorang nadzir wakaf harus mempunyai gambaran yang jelas mengenai usaha apa yang cocok didirikan dengan letak lokasi tanah wakaf yang dikelolanya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya.
Salah satu contoh pengelolaan tanah wakaf yang berhasil yaitu tanah wakaf seluas 134 M2 berlokasi di Kabupaten Buleleng. Tanah wakaf yang telah disertifikasi tahun 2004 ini berada di pusat kota Buleleng yaitu di Jalan Patimura Kelurahan Kajanan Kabupaten Buleleng. Tanah wakaf ini dibangun satu unit rumah toko (ruko) berlantai dua yang disambung dengan enam unit kamar kost dibelakangnya. Hasil pemanfaatan ini digunakan antara lain untuk membayar honor guru dan keperluan pemeliharaan masjid agung jami’Singaraja.

Rapat Koordinasi Koperasi Bina Sejahtera Mulia Kantor Kemenag Klungkung


Pada hari senin Tanggal 14 Pebruari 2011, bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung diadakan Rapat Koordinasi Pengurus Koperasi Bina Sejahtera Mulia dengan jumlah anggota sebanyak 129 orang.
Dalam rangka meningkatkan kinerja pengurus koperasi Bina Sejahtera Mulia Dra. Ni Nengah Rustini, M.Ag selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung dan juga menjadi Pembina Koperasi Bina Sejahtera Mulia memberikan pembinaan, dalam  pengarahannya mengharapkan kepada seluruh pengurus Koperasi agar lebih sering melaksanakan koordinasi antar pengurus dalam setiap pelaksanan kegiatan Karena Tujuan dari  pada didirikannya koperasi yaitu mensejahterakan anggota koperasi dan mengharapkan koperasi tetap eksis, maju dan berkembang serta seluruh pengurus koperasi dalam melaksanakan tugas dan kewajiban harus mampu melaporkan secara transparan, akuntabel serta berkesinambungan sehinggga dapat mewujudkan koperasi yang bebas dari penyalahgunaan wewenang.
Ketut Semamer selaku badan pengawas koperasi menyatakan, sebuah koperasi memiliki tiga kreteria yaitu sehat Administrasi, Sehat Pengurus dan sehat Usaha dengan memenuhi ketiga kreteria tersebut diharapkan koperasi mampu mewujudkan kesejahteran anggota koperasi.

Studi Banding Paguyuban Analis Kepegawaian Kemenag Jawa Timur


Jum’at 11 Februari 2011 Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali kedatangan tamu dari paguyuban Analis Kepegawaian Kementerian Agama Jawa Timur. Kehadiran mereka tidak lain sebagai wujud sharing atau saling berbagai pengalaman dalam hal masalah Ortala dan Kepegawaian.
Menurut Kasubbag Ortala dan Kepegawaian Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, bahwa bidang Ortala dan Kepegawaian merupakan pekerjaan yang dinamis. Pertemuan ini tidak lain untuk saling meningkatkan kinerja pelayanan terhadap masyarakat. Sehingga pada nantinya akan menciptakan citra positif dimata masyarakat terhadap Kementerian Agama. Dengan membandingkan bagaimana kinerja antara subbagain Kepegawaian di Provinsi Bali dan Provinsi Jawa Timur
Sehingga pada akhirnya akan saling memberikan saran dan masukan anatar kedua belah pihak. Ka Kanwil Agama Provinsi Bali Drs. IGAK Suthayasa, M.Si pun berharap dapat membalas lawatan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dengan bertandang ke Surabaya. Karena bagaimana mengelola jumlah pegawai yang cukup banyak dengan jumlah ±34 kabupaten yang jika dibandingkan dengan provinsi Bali yang hanya berjumlah 8 kabupaten dan 1 kota tentunya pasti akan sangat berbeda sistem kinerja yang dilakukan.
Setelah acara diskusi dan ramah tamah, acara dilanjutkan dengan foto bersama dengan KaKanwil, Kabag TU Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dan Kasubbag Kepegawaian dan Ortala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.

Kamis, 10 Februari 2011

Pembinaan Kerukunan Intern dan Antar Umat Buddha Klungkung


Pada hari kamis tanggal 10 Februari 2011 bertempat diaula kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung diadakan acara Pembinaan Kerukunan Intren dan Antar Umat Beragama Buddha Kabupaten Klungkung, Sebagai narasumber pada acara tersebut: Dra. Ni Nengah Rustini, M.Ag (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung), Romo Wilmana, dan Romo Candra.
Dihadapan Tokoh Umat Buddha Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan Kerukunan Interen Umat Beragama yaitu melaksanakan koordinasi dengan seluruh elemen umat Buddha. Waspada dengan gejolak sosial yang terjadi di masyarakat sehingga umat Buddha tidak mudah terpropokasi. Tokoh-tokoh umat Buddha diharapkan mampu memberikan contoh kepada seluruh umat dan mampu memfasilitasi dalam menyelesaikan masalah di Interen umat dengan azas musyawarah mufakat, kekeluargaan dan persaudaraan. Diharapkan pula agar kerukunan yang telah terbina selama ini dikabupaten Klungkung tetap dipertahankan. Serta selalu mejalin kerukunan, saling menghormati dan saling menghargai antar sesama umat maupun antar umat beragama.
Kerukunan dan persaudaraan merupakan modal utama dalam melaksanakan dan mengamalkan ajaran agama, karna hanya dengan keadaan yang rukun dan saling menghormati kita mampu mewujudkan kedamaian antar umat beragama hal tersebut disampaikan oleh Romo Candra dari Vihara Dharma Ratna.
Tri Kerukunan yang mendasari kerukunan yaitu Rukun Antar Sesama Umat, Rukun Antar Umat Beragama dan Rukun Antar Umat Beragama dan Pemerintah dengan Terjalinnya Tri Kerukunan tersebut diharapakan dapat mewujudkan keharmonisan antar umat beragama dan kedamaian semua umat dapat tercapai.