Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2011

Sosialisasi Peraturan Penyelenggaraan Haji Dan Umrah

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah M.A. Ghafur Djawahir membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah bertempat di aula The Grand Santhi Hotel pada tanggal 18 Februari 2011.
Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 18 hingga 20 Februari 2011 ini bertujuan untuk mencapai keselarasan, keserasian dan keterpaduan baik perencanaan maupun pelaksanaan tugas serta kegiatan pelayanan penyelenggaraan Haji di daerah.
Bertindak sebagai narasumber dalam acara sosialisasi ini adalah Abdul Ghofur Djawahir, sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Drs. H. Ahmad Djunaedi, MBA Direktur Pengelolaan BPIH dan SIH, serta para pejabat di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Peserta dalam sosialisasi ini adalah pegawai di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kasi Urais dan Penyelenggaraan Haji Kantor Kemenag Kab./ Kota, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPS BPIH serta perwakilan dari KBIH.

Minggu, 27 Februari 2011

Batik Haji Mulai Diberlakukan Pada Tahun 2011


Dengan terbitnya surat Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Nomor D/43 Tahun 2011 tentang Penetapan Seragam Batik Jemaah Haji Indonesia, maka mulai musim haji tahun ini ditetapkannya seragam batik bagi jemaah haji Indonesia. Seragam ini berwarna hijau toska dengan motif batik berwarna ungu dan akan dipakai oleh jamaah haji pada saat keberangkatan dan kepulangan baik di Embarkasi maupun di Bandara, selama di Arab Saudi kecuali ketika melaksanakan umrah dan wukuf.
Motif batik ini memberikan gambaran tentang bersatunya kebudayaan Indonesia yang walupun berbeda-beda suku dan adat tetapi masih dalam kesatuan Republik Indonesia. Motif batik ini diambil dari ornamen-ornamen pulau-pulau besar yang ada di Indonesia seperti bunga Rafflesia dari Sumatera, Perisai dari Kalimantan, Lereng atau Parang dari Jawa dan tanaman rambat dari Indonesia bagian Timur. Gabungan dari keseluruhan ornamen ini merupakan perwujudan dari perwakilan budaya lokal Indonesia yang telah menjadi satu kesatuan dalam budaya nasional Indonesia.
Warna belakang yaitu warna hijau sebagai lambang dari jamrud Khatulistiwa yang telah menyatukan pulau-pulau di Indonesia menjadi satu kesatuan. Warna hijau juga merupakan warna Islam bagi bangsa-bangsa di dunia. Dan warna ugnu merupakan perlambang warna untuk masing-maisng ornamen dari pulau-pulau besar di Indonesia agar serasi dan enak dipandang.
Batik ini dipilih setelah melalui beberapa seleksi dan penjurian yang dilakukan tahun 2010 kemarin. Batik yang dipilih sebagai seragam jemaah haji ini, adalah hasil kreasi rancangan dari Tatik Firdaus, owner CV Firdaus Batik dari Kebun Jeruk, Jakarta. Perusahaan batik UKM ini menang setelah melalui proses penjurian dan terpilih dari 15 peserta UKM lainnya.
Untuk selanjutnya batik ini hanya bisa diproduksi oleh UKM-UKM sedangkan perusahaan besar tidak diperbolehkan untuk memproduksi batik haji. Ini dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan UKM-UKM yang ada di Indonesia.